Info Kontak

Lamongan Jadi Percontohan Pertanian Modern dengan Menggunakan Teknologi Drone

Lamongan Jadi Percontohan Pertanian Modern dengan Menggunakan Teknologi Drone

Lamongan, 30 Mei 2026. Kementerian Pertanian resmi menetapkan Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, sebagai lokasi percontohan pertanian modern tingkat nasional. Penetapan ini diambil dengan dimulainya kegiatan tanam padi secara serentak yang menggunakan teknologi canggih berupa drone sebagai alat untuk menyebarkan benih dan memakai mesin tanam otomatis. Kegiatan itu dilaksanakan di Desa Kebalan Kulon, Kecamatan Sekaran, pada Sabtu bulan Mei.

Tujuan diluncurkannya teknologi tersebut oleh pemerintah pusat dan daerah pada program pertanian modern di mana proses penanaman padi tidak dilakukan secara manual, melainkan menggunakan drone untuk menyebar benih dan mesin transplanter otomatis. Program ini diharapkan dapat meningkatkan produksi penanaman lahan yang lebih luas, yang mana perkiraan wilayah yang ingin dijangkau yakni memiliki ukuran seluas 233.000 hektare di seluruh wilayah di Lamongan, sekaligus sebagai upaya dalam peningkatan hasil panen secara signifikan.

Acara ini dihadiri oleh Wakil Menteri Pertanian yakni Sudaryono, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rachmat Pambudy, Bupati Lamongan, para pejabat dinas terkait, serta dikumpulkannya para petani dan kelompok tani setempat yang akan menjadi pelaksana utama program ini. Kegiatan peresmian dan uji coba penanaman perdana berlangsung di lahan persawahan Desa Kebalan Kulon. Adapun pemilihan lokasi tersebut diambil karena melihat bahwa lahan pertanian yang ada sangat luas dan tumbuh subur.

Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 30 Mei 2026, dimulai pukul 09.00 WIB dan berlangsung hingga siang hari. Pemilihan Lamongan sebagai percontohan didasari oleh potensi besar daerah ini sebagai lumbung pangan utama di Provinsi Jawa Timur. Penggunaan teknologi drone dan mesin canggih bertujuan sebagai berikut seperti: 

  1. Mempercepat masa tanam sehingga bisa dilakukan lebih awal. 
  2. Menghemat tenaga kerja petani yang semakin berkurang. 
  3. Meningkatkan jumlah produksi beras nasional. 
  4. Membuat pertanian Lamongan lebih efisien, modern, dan berdaya saing tinggi.

Berbeda dengan cara lama di mana petani menanam bibit dilakukan satu per satu, kali ini penggunaan drone di ketinggian tertentu dapat melakukan tebar benih padi secara merata ke seluruh lahan dalam waktu singkat. Satu unit drone mampu menutup lahan seluas 1 hektare hanya dalam waktu 15–20 menit. Selain itu, mesin tanam otomatis juga digunakan untuk merapikan tanaman agar jarak tanam lebih seragam. Pemerintah menjamin ketersediaan pupuk bersubsidi dan pengairan agar teknologi ini berjalan maksimal dan menuai hasil panen yang melimpah. Wakil Menteri Pertanian berharap keberhasilan program di Lamongan nantinya bisa menjadi contoh dan diterapkannya di kabupaten-kabupaten lain di Indonesia.


Penulis: Maulina Dwi Alfadillah
Jurnalistik SMK NU 1 Karanggeneng