Info Kontak

Judul: Halal dan Haram: Materi Pondok Ramadan SMK NU 1 Karanggeneng

Judul: Halal dan Haram: Materi Pondok Ramadan SMK NU 1 Karanggeneng

Halo Sobat Kom!

Hari ini, Sabtu, 21 Februari 2026. SMK NU 1 Karanggeneng sedang melaksanakan kegiatan Pondok Ramadan. Apa saja sih yang dibahas dalam Pondok Ramadan kali ini? Yuk, simak!

"Haram dan Halalnya Sebuah Makanan dan Minuman".

Siapa yang makan makanan halal, baik dari makanannya ataupun cara mendapatkannya, maka akan mendapatkan penerangan. Insyaallah agamanya akan dijamin, doanya akan dikabulkan oleh Allah.

Barangsiapa makan makanan syubhat (ragu-ragu), maka agamanya remang atau lemah, dan hatinya akan menjadi gelap. Sedangkan barangsiapa memakan makanan haram, maka hatinya akan mati, agamanya menjadi ringan/terabaikan, keyakinannya melemah, Allah akan menghalangi/menolak doanya, dan ibadahnya pun akan berkurang. Jika malas salat, malas puasa, atau malas ibadah, maka kita harus mencari makanan apa yang kita makan, mungkin bisa tercampur barang syubhat atau barang haram.

Jika Allah murka kepada seseorang, maka Allah akan memberikan rezeki yang haram. Jika kemurkaan Allah kepadanya semakin hebat, maka Allah akan mewakilkan/mendampingkan setan di sampingnya/kepadanya yang akan memberkahi hartanya, menemaninya, menyibukkannya dengan urusan dunia sehingga melupakan agama, serta memudahkan urusan dunianya. Setan itu pun berkata, "Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang".

Tidaklah seseorang melakukan perjalanan/safar untuk mencari hal yang haram melainkan setan adalah teman perjalanannya. Tidaklah seseorang menunggangi kendaraan untuk kemaksiatan melainkan setan memboncengnya. Tidaklah seseorang mengumpulkan harta yang haram melainkan setan ikut memakannya. Dan tidaklah seseorang melupakan nama Allah, tidak membaca basmalah saat melakukan sesuatu.

Dan seperti kutipan di atas, yaitu "Nikmat yang paling agung adalah bertemu dengan orang-orang mulia seperti para nabi dan teman-temannya di akhirat". Bagaimana cara mencapainya? Dengan menjadi orang yang saleh, seperti Ali bin Abi Thalib.

Menjadi saleh bukan hanya tentang ibadah ritual, tapi juga tentang akhlak, perilaku, dan kontribusi pada masyarakat. Semoga kita bisa menjadi orang yang saleh dan mendapatkan nikmat bertemu dengan orang-orang mulia di akhirat.


Jurnalistik SMK NU 1 Karanggeneng